Tiga Sekawan: El Dorado, El Sapek dan El Desperado

Tiga Kawan: El Dorado, El Sapek dan El Desperado

Terkisahlah tiga teman dari negeri Spain, El Dorado, El Sapek dan El Desperado. Mereka ini telah berteman semenjak kanak hingga dewasa. Akan tetapi ketiganya memiliki perangai yang berbeda-beda. Apalagi jika berkaitan dengan uang atau kekayaan.

Negeri Spain adalah negeri emas. Dahulu disebut Andalusia diserupakan dengan dengan Andalas yaitu negeri Suwarnabhumi, tanah emas. Bertetangga dengan Anatolia atau Anatul yaitu jazirah yang memanjang, namun bukan itu artinya.

Pada suatu ketika, di sebuah zaman, berdekatan dengan zaman seolah-merdeka padahal berkesusahan, Kala Bendu orang Jawi katakan. Pada jaman itu, tersebutlah bahwa semua negeri telah menjadi satu di bawah kepemimpinan seorang tampan bermata satu dari negeri tengah. Si mata satu sangatlah sakti, mampu melihat segalanya. Pembantunya dari Uruba dan Araba serta Iriba.  Kononnya, ia adalah akan membawakan kepada kesejahteraan kepada semua. Membawa keajaiban-keajaiban. Membawa rasa suka tapi tanpa bahagia. Meriangkan malam karena pedihnya hari. Perbudakan tiada lagi karena semuanya telah menjadi budak. Semua orang suka membeli dan membeli. Mencari harta memperkaya diri, dan berlebih-lebih dalam apapun jua. Memakan makanan imitasi, dari ayam yang bukan ayam, telur yang bukan telur, daging yang membawa rasa gila di kemudian hari.

Tidaklah demikian, tidaklah demikian duhai tuan. Orang-orang mengejar mimpi, yang dicetak oleh tivi. Dan semua, segala sesuatunya, diukurkan pada uang. Seolah uang adalah kekayaan, seolah uang adalah sumber kebahagiaan. Mencuri tak pernah dihalalkan, tapi mencuri sedikit bisa dihukum mati sedang mencuri dalam jumlah banyak, yaitu korupsi, bisa tertawa. Karena uang sudah hilang hakikinya, dibawa lari bankir dan tukang cetak uang.

Saling berbunuh demi uang. Apatah lagi beribadah kepada Tuhan, uang lah yang jadi ukuran. Uanglah yang menjadi tuhan. Menghadapi masalah ini, ketiga sekawan ini, yang sentiasa berbeda dalam sikap dan perbuatan, termasuk ikhwal uang pun mereka berbeda dalam apa yang akan mereka lakukan.

El Desperado sentiasa seperti ketakutan dan ngeri. Dia mengatakan inilah akhir dunia. Inilah kiamat. Ianya membangun citra, dikatakan meneliti, membentang gambar grafik serta skema, lektur dan ceramah, analisis serta uraian, dan kesemua untuk membuktikan bahawa akhir dunia telah dekat. Semua mesti berhati-hati dan berjaga-jaga.

El Desperado kemudian menumpuk emas banyak-banyak, kerana, katanya, ia aman daripada sebarang kecelakaan. Penuh biliknya dengan kilauan bata-bata emas sehingga pula tilamnya dari emas. Hingga suatu waktu tiada lagi ia punya kecuali emas-emas itu. Ia bagaikan Sang Midas yang lepas kendali. Dia tidaklah sakti seperti Midas yang menyentuh semuanya dari emas, tapi dia begitu takut sehingga ia jual segalanya untuk mengamankan diri dengan membeli emas.

Maka matilah El Desperado kerana tidak ada yang ia bisa makan. Tak mungkin ia mengunyah emas-emas itu pula. Dialah Midas dalam bentuknya yang lain.

Berbeda dengan El Desperado, adalah El Dorado. Bagaikan legenda dari Amerika namanya. Mungkin masih ada saudara dengan Sir Walter Raleigh. Ia ini memang jagonya investasi. Dia banyak tahu tentang emas. Segala emas. Ia cetaklah emas-emas itu menjadi koin. Kononnya jadi uang.

Tapi ia sendiri tak memiliki, tidak beruang. Ucapan-ucapannya seperti ahli agama, bahkan seorang asketik. Konon tidak cinta dunia, konon mati selagi hidup, konon pemimpin para peziarah dan pecinta, konon sekh atau guru suci. Tap bajunya, tempat tinggalnya, makanannya, dan semua kartu kreditnya menampakkan sebaliknya.

El Dorado mengajarkan bahwa hari dekat ini setakat semua manusia mesti guna emas sebagai uang. El Desperado keliru kalo hanya guna simpan. Mestilah guna emas sebagai uang agar selamat. Ia cetak koin besar-besar agar orang suka beli karena alasan agama. Sebutlah sentimen, sebutlah emosi, tapi sebutlah beribadah kepada tuhan… tuhan uang, agama uang.

El Dorado berpindah-pindah negeri untuk menawarkan jasa menyetak koin. Adapun ia tidak pandai menyetak koin kecuali kepada rekan Rusianya. Dari negeri Spain ia ke negeri Palem. Di negeri ini jualannya tak seberapa laku, ia pun menipu. Sehingga pulalah puak-puak negeri itu memanggilnya “The Spaniard Bastard”.

Kecewa ia lari ke ujung selatan. Seorang master berpindah-pindah negeri satu ke negeri lain menghapus catatan lamanya. Memang pendek ingatan kita. Seorang peminum yang menjumput sedikit ilmu hikmah kebaikan, namun mensalahgunakan untuk kepentingan duniawi. El Dorado pun berpindah negeri ke Anatolia, ia pun berkahwin dengan puteri anak negeri.  Di sana ia pula melancarkan aksinya. Apa daya segala kesaktiannya hanya di mulut saja. Gagal ia lari ke negeri lain.

Gagal satu ia buahkan yang baru, di negeri jauh. Namun akhirnya mendekati akhir. Bubar kocar kacir semua rencana. Tentulah kerana ia berteman baik dengan si mata satu, meski seolah memusuhinya. Kesian sungguh kesian.

Kini ia berpindah negeri dan kahwin pula dengan puteri yang baru. Tapi rumus ia tetaplah sama, berjual koin untuk menipu. Ia tidak kaya hanya tampak kaya. Puterinya menyimpan baik kotak hartanya. Tapi kerana emas adalah emas, ia membawa penipuan dengan penipuan. Seperti halnya El Desperado yang tertipu, El Dorado menjadi penipu.

Bagaimana El Sapek. Ah… El Sapek ini tak seberapa punya uang. Ia mengumpul plastik dan karet, dan sedikit besi yang ditempa. Dari ketiganya itu ia membuat gerobak. Dalam gerobaknya diisi pasir dan dibawanya ke kota. Orang kota membangun rumah dari pasir-pasir si El Sapek. Negeri sentosa dan berkemajuan. El Sapek… berjasa membawa dan berjual pasir dan mengangkut tanah.

Koin tidak akan membuatmu kaya, emas pun demikian. Keduanya adalah akar kejahatan, baik penipu dan tertipu. Aku memilih El Sapek karena pasir lebih berharga daripada emas atau koin emas, selama anda berusaha dan membangun daripadanya. El Sapek tidak tergoda uang, tapi tergoda tanah yang subur…

2 pemikiran pada “Tiga Sekawan: El Dorado, El Sapek dan El Desperado

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s