Buku Saku Menggunakan Dinar & Dirham

Buku Saku Menggunakan Dinar & Dirham

bersama Muamalah College Jakarta

بِسْـــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَن ِالرَّحِيْمِ

اللهم صل وسلم علىسيدنامحمدوآله وصحبه والتابعين أجمعين

Sejarah Dinar & Dirham

Dari Abu Bakar Ibn Abi Maryam رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ, bersabda:

ليأتين على الناس زمان لا ينفع فيه إلا الدينار والدرهم

“Akan datang kepada manusia, suatu masa yang mana tidak bermanfaat di masa itu kecuali Dinar dan Dirham.”  (HR. Ahmad: 16569 dari Miqdam bin Madikarib رضي الله عنه).

Dalam redaksi lain:

يأتي على الناس زمان من لم يكن معه أصفر ولا أبيض لم يتهن بالعيش

“Akan datang suatu jaman kepada manusia. Barangsiapa yang tidak mempunyai uang kuning (Dinar) dan juga uang putih (Dirham), maka tidak akan mendapatkan kemudahan dalam kehidupan.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 17415 (20/278).

Jauh sebelum kenabian ﷺ, penduduk Makkah telah biasa berniaga dengan berbagai negeri dan dari berbagai tempat (QS Quraisy). Makkah adalah pusat perdagangan dan channelling antara jalur sutera laut dan jalur sutera darat sejak berabad-abad. Oleh karena itu mereka telah mengenal timbangan sepertirathl, awqiyah, nasy, nawah, mitsqal, danaq, qirath dan habbah. Uang yang digunakan adalah uang emas (dinar) dan uang perak (dirham).

Bahkan Imam Suyuthi dalam Kitab Ad-Durrul Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur mengutip sebuah riwayat yang menyatakan bahwa manusia pertama yang menggunakan Dinar dan Dirham adalah Nabi Adam عليه السلام. (Jilid I hal.326)

وأخرج ابن أبي شيبة في المصنف عن كعب قال : أول من ضرب الدينار والدرهم آدم عليه السلام

Kemudian pada masa Islam, Rasulullah ﷺmenetapkan dinar dan dirham sebagai mata uang yang sah dalam perdagangan/perniagaan (sunnah money). Adalah Arqam ibn Abi Arqam رضي الله عنه sahabat Rasulullah ﷺyang ahli menempa emas dan perak membantu beliau ﷺdalam penetapan timbangan.

Diriwayatkan oleh Baladzuriy dari ‘Abdulllah bin Tsa’labah bin Sha’ir:

Dinar Hiraklius (Romawi) dan Dirham Persia biasa digunakan oleh penduduk Makkah pada masa Jahiliyah. Mereka sudah mengetahui timbangan mitsqal… Dan Rasulullah menetapkan hal itu. Begitu pula Abubakar meneruskannya, juga ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali رضي الله عنهم. Saat itu kaum muslim telah menggunakan dinarHirakliusdan dirham Kisra pada masa Rasulullah , Abubakar dan pada permulaan masa ‘Umar. Pada masa ‘Umar (*sekitar tahun 642-651M), beliau mencetak dirham yang baru berdasarkan dirham Sasanid di mana bentuknya mengacu kepada dirham Kisra, gambarnya bermotif Bahlawiyah dengan ditambahkan tulisan Arab kufi, بسم الله(dengan nama Allah) dan بسم الله ربّي(dengan nama Allah Tuhanku).

Al Qur’an menyebutkan uang dinar sudah digunakan oleh Kaum Ahli Kitab sebelum Nabi Muhammad ﷺ(QS Ali ‘Imran 75). Demikian pula uang dirham telah dipakai pada masa Nabi Yusuf عليه السلام (QS Yusuf 20).

Rasululllah ﷺmenetapkan timbangan dinar sama dengan satu mitsqal dan setiap 10 (sepuluh) dirham itu 7 (tujuh) mitsqal. ‘Umar bin Khattab رضي الله عنه menselaraskan pelbagai berat drachmamenjadi dirhamsyar’i (yaitu 6 dawaniq) sesuai timbangan Makkah pada masa Rasulullahﷺ.

Pada tahun 682M Gubernur Iraq (Mush’ab ibn Az-Zubayr) mencetak dinar. Dua tahun kemudian, 684M, Abdul Malik ibn Marwan, Khalifah Bani Umayyah di Damaskus mencetak dinar dengan berat 4,4 gram sesuai timbangan mitsqal (seberat 72 butir gandum). Pada tahun 695 M berat dinar dikurangi oleh Hajjaj ibn Yusuf(Gubernur Iraq) menjadi 4,2 gram (seberat 65-66 butir gandum) dan melakukan reformasi keuangan. Namun kemudian dikoreksi kembali oleh Khalifah Harun Al Rasyid karena tidak sesuai timbangan (wazan) yang ditetapkan Rasulullah ﷺ, yaitu mitsqal.

Sejak itu di negeri-negeri muslim, dinar yang beredar antara 4.4 – 4.8 gram, meski tidak menggunakan satuan gram, tapi mitsqal. Bentuknya pun tidak selalu lingkaran, ada pula persegi.

Pada jaman Sriwijaya (Sriboza Islam), Mataram dan Majapahit menggunakan uang emas  dan perak dengan satuankāti/kěţi, suwarņa, māsa, kupang (suku), danātak (sātak), di mana 1 māsa adalah sekitar 2,2-2,6 gram emas, atau setengah dinar,karenasuku (satu kupang) beratnya 1/8 mitsqal atau sekitar 0,5-0,6 gram.

Dalam Ying-yai Shêng-lan, Ma Huan,melaporkan bahwa Samudera Pasai menggunakan dinar emas. Pasai telah mencetak dinar pada masa Sultan Muhammad (1297-1326) dengan satuan māsa yaitu sekitar 2,3-2,6 gram, yaitu setengah mitsqal.

Pada masa Sultan Malik Az-Zahir (1346-1383),mencetakDeureuham Meuh (dirham emas). Deureuham ini kemudian dikenal sebagai Mayam, yaitu emas yang beratnya 7/10 mitsqal. Hingga kini Mayam masih digunakan di Aceh (dengan berat antara 3-3½ gram).

Kesultanan Gowa pada masa Sultan ‘Alauddin (1593-1639) mencetak dinar dengan satuan māsayaitu 2,46 gram emas, bertepatan dengan ½ mitsqal.

Kesultanan Mataram mencetak dinar hingga tahun 1600-an. Namun, berdasarkan perjanjian VOC-Mataram, dinar dicetak dengan berat 16 gram emas (setara dengan nuwah emas dalam timbangan Makkah) dan dinamakan Mahar (berkaitan dengan riwayat pernikahan Abdurrahman ibn Auf رضي الله عنهyang menikah dengan maskawin satu nuwah emas), sedang Dirham perak dicetak dengan berat 6,575 gram (atau dirhamayn dalam timbangan Makkah) dan, juga dalam ukuran Rupiah Perak, yaitu beratnya 13,15 gram.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno dan Menkeu Sjafroedin Prawiranegara menerbitkan UU No. 17 Tahun 1946tentang PengeluaranOeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada tanggal 26 Oktober 1946 dengan dasar 10 rupiah setara dengan 5 gram emas murni. 5 gram adalah pembulatan mitsqal ke atas.

 

Dinar & Dirham di Indonesia Kini

Dinar dan Dirham dikenalkan kembali oleh IMN (Islamic Mint Nusantara) dengan merintis pencetakan Dinar dan Dirham pada tahun 2000 melalui PT ANTAM (Aneka Tambang) dengan spesifikasi WITO (meski WITO sendiri telah bubar karena skandal bisnis emas di Malaysia atau dikenal sebagai kasus IGDX), dinar 4,25 gram 22 karat dan dirham 2,975 gram.

Sejak 2009, IMN mengikuti standar dunia pencetakan dinar (OMS, Open Mithqal Standard) yang sesuai kaidah fiqh Islam di mana berat dinar diperbaiki menjadi 4,44 gram emas murni dan dirham adalah 3,11 gram perak murni.

WIN (Wakala Induk Nusantara) dan Gerai Dinar mengikuti standarisasi WIM (dulu disebut WITO) dan mengedarkan Dinar dan Dirham di Indonesia. WIN juga menyelenggarakan FHP (Festival Hari Pasaran) di mana masyarakat bisa mempraktekkan semacammuamalah menggunakan dirham.

Selain itu beberapa Kesultanan telah menerbitkan Dinar dan Dirham seperti Kesultanan Cirebon, Kesultanan Palembang, Kesultanan Ternate dan juga YARASUTRA (Yayasan Raja dan Sultan se-Nusantara), yang terdiri dari 313 raja dan sultan di negeri-negeri bahari nusantara.

Saat ini jenis Dinar dan Dirham yang beredar di Indonesia adalah:

No

Fraksi Berat Kadar

1

Dinar 4,44g 24K

2

Dinar 4,25g 24K*

3

Dinar 4,25g 22K

4

Dirham 2,975g 999

5

Dirham 3,11 999
*cetakan Antam

Di Malaysia terdapat lebih dari 60 pencetak Dinar dan Dirham. Selain itu terdapat pencetakan dinar dan dirham di Capetown, Afrika Selatan (Islamic Network), di Dubai dan di Amerika Serikat (Amirate America).

 

Bagaimana Mendapatkan Dinar & Dirham?

Kita dapat memperoleh dinar dan dirham dengan menukarkan rupiah kita melalui agen, kiosk, wakala dari masing-masing vendor. Rate harga (rupiah) ditentukan oleh masing-masing pengedar/vendor dinar yang diupdate setiap hari melalui masing-masing website. Di antaranya:

  1. Dinarfirst dan kiosk-kiosk perwakilan;
  2. Perhimpunan BMT dan BMT-BMT;
  3. Masjid-masjid dalam jaringan Muamalah Community;
  4. Logam Mulia Nusantara (Bumi Arasy Group);
  5. Wakala Nusantara dan wakala-wakala;
  6. PT Logam Mulia (ANTAM);
  7. Gerai Dinar dan agen-agennya.

 

Mengetahui Harga Emas Dunia dan Indonesia

Untuk mengetahui harga spot emas dunia, kita bisa membuka website kitco.com atau goldprice.org. Harga emas dunia biasanya dinilai dengan US Dollar per Troy Ounce. Untuk mengetahui harga emas dalam Rupiah per Gramnya kita harus membuat konversi sebagai berikut:

1 Troy-ounce (ozt) = 31.1034768 gram; MisalnyaHarga emas USD 1,300 /ozt |1 USD = Rp. 10,000

Maka harga emas saat itu adalah (1,300 x 10,000) dibagi 31.1034768 = Rp 417,960 / gram

Tapi untuk mengetahui harga emas di Indonesia (dalam rupiah per gram) cukup cek www.dinarfirst.org/rateatau www.logammulia.com.

 

Mengamalkan Dinar &Dirham

Secara umum Dinar dan Dirham dapat digunakan untuk pelbagai keperluan di antaranya:

  • Tabungan/simpanan untuk suatu keperluan, baik disimpan sendiri atau dititipkan (wadi’ah);
  • Menghitungdan membayar zakat (nisab); juga untuk wakaf tunai dan sedekah (charity); menjadi alat mengukur batas hak menerima zakat;
  • Mahar(maskawin) pernikahan;
  • Membayar dendadiyat;
  • Batas minimal seseorang terkena hadd mencuri;
  • Alat barter sukarela dalam perniagaan;
  • Utang piutang (murābahah); atau Gadai (rahn);
  • Pembiayaan bisnis (mudhorobah); atau Kerjasama usaha (musyarokah);
  • Membayar gaji/upah (nafaqoh);
  • Pembayaran tagihan-tagihan termasuk operasional (infaq);

Dengan aplikasi-aplikasilain yang sangat luas dan beragam sesuai kaidah syari’ah.

 

E. Bagaimana Menentukan Harga Dagangan berbasis Dinar dan Dirham?

Ketika melakukan jual beli atau transaksi menggunakan dinar dirham sebagai koin barter sukarela kita tentu menyadari bahwa kita terbiasa menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Sering kita beranggapan bahwa pertukaran dirham/dinar seperti halnya kita membayar dengan menggunakan US Dollar, sehingga menentukan “price” atau harga sesuai harga spot valuta asing (dalam hal ini US Dollar) terhadap Rupiah.

 

Untuk itu kita perlu memperhatikan hadits-hadits berikut ini.

الذَّهَبُبِالذَّهَبِوَالْفِضَّةُبِالْفِضَّةِوَالْبُرُّبِالْبُرِّوَالشَّعِيرُبِالشَّعِيرِوَالتَّمْرُبِالتَّمْرِوَالْمِلْحُبِالْمِلْحِمِثْلاًبِمِثْلٍيَدًابِيَدٍفَمَنْزَادَأَوِاسْتَزَادَفَقَدْأَرْبَىالآخِذُوَالْمُعْطِىفِيهِسَوَاءٌ

“Emas dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir (biji gandum) dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama item per item, dan tangan ke tangan. Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim No. 1584)

الذَّهَبُبِالذَّهَبِوَالْفِضَّةُبِالْفِضَّةِوَالْبُرُّبِالْبُرِّوَالشَّعِيرُبِالشَّعِيرِوَالتَّمْرُبِالتَّمْرِوَالْمِلْحُبِالْمِلْحِمِثْلاًبِمِثْلٍسَوَاءًبِسَوَاءٍيَدًابِيَدٍفَإِذَااخْتَلَفَتْهَذِهِالأَصْنَافُفَبِيعُواكَيْفَشِئْتُمْإِذَاكَانَيَدًابِيَدٍ

“Emas dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir (gandum barli) dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, maka item per item dalam jumlah (takaran atau timbangan) yang setara dan tunai. Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara tunai.” (HR. Muslim no. 1587)

Berpegang pada uraian hadits di atas maka ada empat prinsip yang harus ada dalam jual beli dan/atau perniagaan menggunakan dinar dan dirham yaitu:

  1. Komoditas ke komoditas dinilai sesuai kondisi, takaran (kualitas, kadar), timbangan (kuantitas, berat) (مِثْلاًبِمِثْلٍسَوَاءًبِسَوَاءٍ).
  2. Prinsip di atas juga memperhatikan berat dan takaran/kadar masing-masing koin barter (وَزْنًابِوَزْنٍ).
  3. Perpindahan hak dari tangan ke tangan (يَدًابِيَدٍ).
  4. Saling meridhoi (tulus ikhlas) dan menyepakati (mufakat) dengan suka rela (عَنتَرَاضٍ).

Perlu diperhatikan bahwa dinar dan dirham tidak sekedar koin uang atau koin barter emas dan perak, tetapi memperbaiki perniagaan (trading) dan juga memperbaiki sistem dan gilda produksi (producing). Sistem produksi Islam adalah sistem produksi yang selaras sunnatullah, selaras alam (thoyyib), sesuai kaidah syari’ah (halal), memenuhi adab dan akhlaq bagi lingkungan dan manusia serta lestari (mubarokan fih), serta ihsan dalam setiap bagian-bagiannya, secara menyeluruh (holistik).

 

Bagaimana langkah praktisnya?

Kita bisa berpatokan pada berat bahan masing-masing. Yaitu jika dinar maka harga emasnya dan jika dirham adalah harga peraknya.

Pendekatan ini dijelaskan oleh Al Baladzari dalam Futuhul Buldan sebagai pendekatan yang dibakukan pada masa Nabi Muhammad ﷺ sebagai “timbangan Makkah”.

Rasulullah menjelaskan bahwa penduduk Makkah memiliki timbangan tibr yaitu menghitung uang yang ada dengan dasar timbangan bukan dari nominal yang disebutkan. dirham untuk perak dan dinar untuk emas.

Tibr dari kata tabara dijelaskan dalam Lisanul ‘Arab sebagai emas/perak yang belum dicetak menjadi uang, jika telah dicetak dalam bentuk dinar dan dirham disebut ‘ain. Jadi menilai dari bahan emas dan bahan peraknya bukan uang rupiahnya. Menghitung berbasis rupiah sangat fluktuatif dan berubah-ubah, dan bukan daya beli (purchasing power) real.

Kemudian setelah kita mengetahui “harga” yaitu kadar dan berat, sebagai contoh, kita bisa membagikan harga yang kita ketahui dengan harga rupiah yang telah kita (penjual) tentukan sebelumnya seperti disebutkan di atas.

CONTOH

Misalnya harga barang Rp 210.000, dan harga perak kira-kira Rp. 7.000 per gram.

Maka kita bisa menetapkannya dengan 210.000  : 7.000 = 30 gram perak murni.

Nah sekarang tinggal kita konversikan ke Dirham

  1. Untuk dirham 3,11 gram maka dengan harga 30 gram kita tetapkan = 9 dirham + 1 daniq atau 2 daniq
  2. Untuk dirham 2,975 gram maka dengan harga 30 gram kita tetapkan =  10 dirham

Cara yang sama bisa kita terapkan untuk barang dan jasa lainnya. Ketika telah dipatok dari beratdan kadar peraknya, tinggal kita konversi ke dirhamnya dan harga insya Allah bersifat tetap.

 

F. Panduan Barter Dinar dan Dirham (Jual beli menggunakan Dinar Dirham)

Dengan adanya perbedaan berat dan kadar dinar dan dirham yang beredar perlu dibuat semacam tatanan (ihtisab) agar semua jenis koin dinar emas dan dirham perak dapat digunakan dalam muamalah.

Perlu diperhatikan bahwa nilai dinar dan dirham bukanlah dari harga rupiah dari masing-masing vendor tapi dari berat dan kadar dari masing-masing dinar dan dirham. Karena jika kita berpatokan pada harga rupiah yang berubah-ubah setiap hari, maka penentuan harga akan menjadi sulit dalam pertukaran. Selain itu dua vendor dengan berat dan kadar yang sama belum tentu menentukan dengan rupiah yang sama. Yang menjadikan kesemua jenis dinar dan dirham dapat dipertukarkan adalah berat dan kadar dari masing-masing dinar dan dirham.

Sebagaimana terdapat dalam hadits sahih dari Fadholah bin ‘Ubaid Al Anshoriرضي الله عنه, bahwa beliau pernah didatangi Rasulullah ﷺ pada saat peperangan Khaibar. Fadholah ketika itu memiliki kalung yang terdapat permata dan emas. Kalung ini berasal dari ghonimah yang akan dijual. Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk memisahkan emas yang ada di kalung tersebut. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,

الذَّهَبُبِالذَّهَبِوَزْنًابِوَزْنٍ

Jika emas ingin ditukar dengan emas, maka harus sama timbangannya.” (HR. Muslim no. 1591).

Dari Ubadah ibn Shamit رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda, “Emas dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, hendaklah sama banyaknya, tunai dan timbang terima. Apabila berlainan jenis boleh kamu jual sekehendakmu.”

Dari Abu Hurairahرضي الله عنه, Nabi bersabda, “(Boleh menukar) emas dengan emas, dengan setimbang sebanding, dan menukar perak dengan perak, dengan setimbang sebanding.” (HR Muslim, Ahmad, Nasa’i).

Dari Abi Bakrahرضي الله عنه, Nabi ﷺ melarang (menukar) perak dengan perak, emas dengan emas, kecuali sama. (HR Bukhari, Muslim).

NISBAH PERTUKARAN DINAR

Dinar 4,44g (24K) sepenuhnya berbahan baku emas (emas murni). Sedangkan Dinar 4,25g (22K) mengandung 8,3% logam campuran, sehingga konten emas murninya adalah 3.89g. Bisa dikatakan sebagai dinarnon-mitsqali.

 

Sehingga kita dapat membuat nisbah sebagai berikut:

Mitsqal

Populer

1 Dinar (4,44)

1 Dinar (3,89) + 1 Daniq Emas (0,555)

7 Dinar (4,44)

8 Dinar (3,89)

NISBAH PERTUKARAN DIRHAM

Sebagaimana diketahui bahwa terdapat dua jenis dirham yang beredar, yaitu dengan berat 3,11 gram dan 2,975 gram, makadalam pertukaran dapat

7/10 Mitsqal

Populer

5Dirham (15,55)

5Dirham (14,85) + 1 Daniq Perak (0,518)

10 Dinar (31,1)

10Dirham (29,7) + 1 Nisfu (1,48)

 

Adapun pertukaran sesama Dirham atau sesama Nisfu atau sesama Daniq perak dapat bersifat sukarela (‘an tarodhin minkum).

Berikut adalah fraksi-fraksi atau denominasi lain yang dicetak, baik modern/populer atau mengacu standar dinar dirham historis (timbangan Makkah pada jaman Nabi ﷺ)sebagai berikut:

 

No

Fraksi

Berat A

Berat B

1

Daniq emas

0,555

2

¼ Dinar

1,11

3

½ Dinar

2,22

1,948

4

Dinar

4,44

3,89

5

2 Dinar

8,88

7,78

6

4 Dinar

17,77

7

5 Dinar

22,2

19,45

8

7 Dinar

31,1

9

8 Dinar

35,54

31,1

10

20 Dinar

88,86

11

Daniq perak

0,52

0,495

12

½ Dirham

1,555

1,487

13

Dirham

3,11

2,975

14

2 Dirham

6,22

5,95

15

5 Dirham

15,55

14,87

16

10 Dirham

31,1

17

10,5 Dirham

N/A

31,1

18

20 Dirham

62,2

59,5

19

40 Dirham

124,4

20

200 Dirham

622

21

480 Dirham

1492.8

* Berat dalam gram. A= OMS; B=WIM, untuk yang berbahan emas konten emasnya 22k. Jika kolom kosong berarti tidak dibuat.

 

G. Apakah bisa Merupiahkan Kembali Dinar dan Dirham?

Idealnya dinar dan dirham tidak dirupiahkan lagi. Setiap dinar dan dirham yang dikembalikan memiliki asumsi kondisi rusak, oleh karena itu akan dilebur kembali.Akan tetapi fakta di lapangan banyak orang menggunakan dinar sebagai lindung nilai (hedging), mempertahankan daya beli.

Kondisi (sementara) penukaran kembali dinar dan dirham menjadi rupiah (buy back) menjadi tidak terhindarkan. Terutama apabila kebijakan penggunaan rupiah yang mengambang masih belum berubah, padahal rupiah adalah mata uang resmi di Indonesia.

Untuk mendapatkan rupiah kembali dari dinar dan dirham dapat menghubungi vendoratau pengedar dinar dan dirham di mana anda mendapatkan dinar atau dirham tersebut. Tentu saja ada beberapa hal yang perlu dicermati:

  1. Tujuan menggunakan dinar dan dirham adalah untuk melaksanakan Rukun Islam, terutama penarikan, pembayaran dan pembagian zakat māl yang telah ditetapkan oleh Rasulullahﷺ.
  2. Dinar dan Dirham bukanlahuntuk ditimbundan spekulasi (investasi), seperti  membeli ketika harga turun dan menjual kembali ketika harga naik.
  3. Umat Islam dilarang (dengan sengaja) merusak, melebur, mengurangi berat dan kadar (debasement) dari Dinar dan Dirham, karena ini termasuk dalam membuat kerusakan (fasad).
  4. Pembelian kembali (buyback) hanya ketika kondisi terdesak dan terpaksa sehingga tidak ada jalan lain kecuali melepas dinar atau dirhamnya untuk mendapatkan keperluan rupiah.
  5. Hindarilahbuybackdengan mengupayakan mencari penyedia barang dan jasa yang bisa memenuhi kebutuhan anda atau substitusinya tanpa harus merupiahkan dinar dan dirham, seperti misalnya dengan membarter dengan obat.
  6. Apabila tidak didapati substitusinya, upayakan melakukan transaksi cadangan misalnya berhutang, gadai (rahn), diambilalih teman/saudara/kenalan, atau bisa pula titip-tukar (dijualkan), dan lain sebagainya.
  7. Apabila itu pun belum bisa dilakukan, maka hubungi pengedar dinar dan dirham di mana anda mendapatkannya dan mintalah buyback. Hal ini tergantung pada kondisi masing-masing pengedar seperti ketersediaan rupiah, kemampuan bayar pada saat tersebut (yang bisa berakibat pada pembayaran tunda). Mekanisme buyback oleh karena itu berlaku kondisional. Untuk itu perhatikan ketentuan yang berlaku dari masing-masing pengedar dinar dan dirham ketika sebelumnya menukar rupiah menjadi dinar atau dirham. Dan pengedar berhak menolak untuk memberikan buyback, karena kondisi-kondisi dan alasan-alasan tertentu yang bisa diterima.
  8. Buyback bukanlah suatu kewajiban dari pengedar dan bukan bagian dari after sales service, tetapi bersifat saling membantu dan sukarela.
  9. Beberapa pengedar menetapkan prosentase potongan, biasanya ditetapkan berdasarkan bahan mentah harga spot setempat, dengan kesepakatan suka sama suka.

 

H. Menyimpan Dinar dan Dirham

Allah melarang manusia menimbun emas dan perak (lihat QS At Taubah 34). Makna dari menimbun (al-kanz) adalah menyimpan untuk mendapatkan rente kenaikan harga logam mulia, bukan karena alasan yang masuk dalam kategori Tabungan (al-iddikhar). Menabung diperbolehkan dengan ketentuan dan syarat tertentu.

Beberapa tujuan penyimpanan atau menabung Dinar Emas di antaranya:

  • Emergency/kesehatan. Di tengah dunia penuh riba di mana kesehatan diperdagangkan, belum lagi hiruk pikuk jalan raya sehingga banyak terjadi kecelakaan lalu lintas dan pelbagai marabahaya, maka sangat penting untuk memiliki persediaan uang di masa-masa tersebut. Dinar dapat difungsikan sebagai asuransi kesehatan dan cadangan bagi situasi darurat yang berkaitan kesehatan.
  • Biaya Pendidikan anak-anak. Demikian pula dunia pendidikan telah menjadi komoditas di mana biaya sekolah sangat tinggi. Untuk itu menjaga diri dengan menabung dinar untuk biaya sekolah anak-anak sangatlah penting. Sehingga dinar dapat berfungsi sebagai asuransi pendidikan.
  • Pembangunan rumah. Karena sekarang rumah didasarkan pada hak kepemilikan penuh, maka untuk menata, mengelola, memaintenance/merawat bahkan melakukan rehab, seperti memperluas, menguatkan karena bertambahnya jumlah anak, jumlah keluarga dll diperlukan dana yang tidak sedikit. Untuk itu dinar dapat dijadikan simpanan pembangunan rumah bahkan kepemilikan rumah masa depan.
  • Merencanakan pernikahan. Menikah adalah salah satu syari’at dan kewajiban bagi manusia yang telah dewasa. Untuk memberikan mahar terbaik kepada calon istri dan untuk menyelenggarakan walimatul ‘ursy yang menghormati banyak tamu, kadang diperlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dinar emas dapat berfungsi sebagai tabungan pernikahan.
  • Dana pensiun dan  modal usaha purna kerja. Seseorang yang bekerja di sebuah instansi atau perusahaan atau pemerintah akan mendapatkan masa pensiun atau masa purna kerja. Seiring berkembangnya deregulasi dan perbaikan sistem dana pensiun seringkali diberikan sekaligus sebagai modal usaha. Namun kita bisa juga menyicil dengan menyimpan sebagian gaji kita dalam bentuk dinar emas sebagai persiapan pensiun, yang nantinya dapat digunakan untuk modal usaha purna kerja atau untuk keperluan lainnya.
  • Tabungan haji dan umroh. Kita bisa juga memfungsikan tabungan dinar emas kita sebagai tabungan haji atau tabungan umroh.

Untuk menyimpan dinar dan dirham kita bisa melakukan beberapa alternatif di antaranya:

  1. Menyimpan sendiri di tempat yang aman. Kita bisa menggunakan wadah seperti kotak perhiasan, atau peti penyimpanan yang aman sepertibrankas besi di rumah.
  2. Kita dapat menyewa safe deposit box(SDB) yaitu peti penyimpan berpengaman yang disediakan bank-bank besaratau kantor pos dengan biaya tahunan ditambah biaya administrasi dengan harga bervariasi. Kadang disertai fitur-fitur keamanan tertentu dan jaminan asuransi (jika ada).
  3. Penitipan atau wadi’ah.Saat ini ada beberapa lembaga yang menyediakan jasa penitipan dinar dan dirham, di antaranya adalah Dinarfirst dan BMT-BMT dalam jaringan Perhimpunan BMT Indonesia atau Pegadaian. Dengan menitipkan dinar dan dirham di lembaga-lembaga tersebut kita akan terkena biaya administrasi dan biaya penitipan. Tetapi vendor penitipan menjamin keamanan dinar dan dirham anda.

 

I. Menghitung dan Membayar Zakat

Dinar dan Dirham digunakan untuk menentukan nisab, yaitu batasan/besaran minimal dari penghitungan zakat harta(zakat māl). Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa nisab zakat adalah 20 Dinar  [Sunan Ibn Majah 1781; Muwaththo’ 528] atau setara dengan 5 Awqiyah [Musnad Ahmad 13646 & 10606]. Zakat juga diukur nisabnya dengan perak sebanyak 200 Dirham [Sunan Darimi 1573; Musnad Ahmad 673, 1170; Sunan Abi Dawud 1343] atau setara dengan 5 Wasaq [Sunan Darimi 1579].

Emas

Perak

20 Dinar

200 Dirham

5 Awqiyah

5 Wasaq

Zakat 2,5%

Zakat 2,5%

½ dinar

5 dirham

Nisab Zakat Harta dalam Gram diperkirakan

Nisab

Gram

Zakat 2,5% (gram)

Emas

85 – 96 gram

2,125 – 2,4

Perak

595 – 672 gram

14,875 – 16,8

Contoh Simulasi Zakat

Pak Dudu memiliki simpanan harta sebanyak 19 dinar dan 195 dirham serta 140 gram perak dalam bentuk batangan yang ia simpan lebih dari satu tahun untuk persiapan menyekolahkan anaknya ke Inggris bekerja sama dengan UKDeenStay, sebuah badan usaha amal yang memfasilitasi anak-anak melanjutkan belajar ke Inggris yang bernuansa Islam. Pak Amil mendatangi Pak Dudu, setelah menghitung semua asetnya maka didapati bahwa uang emasnya tidak jatuh nisab dan uang peraknya jatuh nisab. Maka Pak Amil memungut dua setengah persen dari uang perak yang jatuh nisab yaitu total 240 dirham (dari 195 dirham + 140 gram perak). Kemudian diambil 2,5% daripadanya yaitu 6 dirham. Pak Dudu membayarnya dengan memberikan 6 Dirham sehingga ia sekarang memiliki 189 Dirham dan 140 gram perak.

Selamat Bermuamalah & Menjalankan Sunnah Nabi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s