Ekonomi berbasis Sumber Daya (ESD) – Pengantar

Istilah dan makna dari Resource-Based Economy diperkenalkan pada mulanya oleh Jacque Fresco. RBE adalah sebuah sistem yang di dalamnya semua benda, kebutuhan dan layanan tersedia dan diakses tanpa menggunakan uang, kredit/utang, barter atau sistem pinjaman ataupun pembayaran lainnya. Semua sumberdaya menjadi warisan dan hak milik bersama bagi seluruh warga dan penduduk bumi, tanpa kecuali. Premis dasar dari sistem ini didasarkan pada kenyataan bahwa Bumi ini memiliki kelimpahan sumberdaya yang bermanfaat; cara-cara yang kita pakai untuk merasionalisasi sumber daya alam dengan metode monetaris tidak lagi relevan dan kontra produktif bagi kelangsungan hidup semesta.

Teknologi dan ilmu pengetahuan sebagai alat. Masyarakat modern memiliki akses yang sangat besar kepada teknologi mutakhir dan dapat membuat serta menyediakan pangan, sandang, papan dan perawatan kesehatan; memperbaharui sistem pendidikan; dan mengembangkan energi terbarukan yang tidak terbatas dan bebas kontimanisasi. Dengan mengembangkan sebuah model ekonomi yang efisien, semua orang dapat menikmati standar hidup yang tinggi dengan segala fasilitas dari masyarakat berteknologi tinggi.

Maksimalisasi sumber daya. Sebuah Ekonomi berbasis Sumber Daya (ESD) akan mendayagunakan sumber daya yang ada di daratan, dalam tanah, perairan dan lautan, perangkat fisik, pertanian industrial (perkebunan dan hutan) dll. untuk meningkatkan kehidupan dari semua makhluq yang tinggal. Dalam sebuah ekonomi berbasis sumberdaya dibanding ekonomi berbasis uang, kita dapat dengan mudah memproduksi semua hal yang dibutuhkan dalam kehidupan dan memberikan standar hidup yang lebih dari layak bagi semua orang.

Perhatikan contoh berikut ini: Ketika Perang Dunia II baru dimulai, Amerika Serikat memiliki kira-kira 600 atau lebih pesawat tempur nomer wahid. Namun, dengan cepat AS dapat melampaui prestasi tersebut dengan menggelontorkan 90,000 pesawat terbang hanya dalam setahun. Pertanyaan yang muncul pada awal Perang Dunia II adalah: Apakah AS atau pendukungnya memiliki cukup dana untuk memproduksi pesawat sebanyak itu demi memenangkan peperangan? Jawabannya adalah tidak, mereka tidak memiliki cukup uang, mereka juga tidak memiliki cukup emas; tetapi yang pasti mereka memiliki sumber daya yang cukup. Bahwa benar mereka berhutang, tapi kita tahu persis itu adalah ‘fiktif’ dan permainan monetaris. Yang pasti bahwa ada dan tersedia cukup banyak sumber daya menjadikan Amerika Serikat bisa mencapai produksi tingkat tinggi dan efisiensi yang dibutuhkan untuk memenangkan peperangan. Akan tetapi, sayangnya, hal itu hanya disadari pada saat situasi genting yaitu di masa peperangan.

Dalam sebuah ekonomi berbasis sumber daya, semua sumber daya yang ada di dunia dimiliki sebagai warisan bersama umat manusia, tanpa kecuali, dengan demikian tumbuh melampaui batasan-batasan artifisial yang memisahkan orang-orang. Fakto pemersatu ini bersifat niscaya dan imperatif.

Bukan politik. Kita harus memperhatikan dengan seksama bahwa pendekatan ini mengarah menuju ketata-kelolan global, tapi ini tidak ada kaitannya dengan apa yang selama ini diyakini sebagai tujuan dalam membentuk sebuah tata pemerintahan dunia (world government) yang di dalamnya ada sejumlah elit dan perusahaan-perusahaan raksasa multinasional sebagai pelindung, dan sebagian besar penduduk dunia tunduk patuh kepadanya. Visi kita mengenai globalisasi memberdayakan setiap diri dan semua orang di planet ini untuk merealisasi diri sebaik mereka mampu, tidak untuk hidup di dalam penaklukan dari sebuah tata pemerintahan atau perusahaan apapun.

Informasi. Usulan gagasan kami bukan sebagai tambahan alternatif semata dari bagaimana meningkatkan taraf kehidupan umat manusia, tetapi kami juga akan memberikan informasi yang diperlukan yang memampukan masyarakat untuk berpartisipasi di setiap kompetensi yang mereka bisa sumbangkan. Ukuran keberhasilan akan didasarkan pada terpenuhinya kebutuhan setiap individu yang melampaui atau lebih dari sekedar kekayaan, kepemilikan dan kekusaaan.

Saat ini, kami sedang berusaha mengumpulkan sumber daya yang dianggap cukup untuk disediakan bagi manusia dalam standar kehidupan yang sangat tinggi bagi seluruh penduduk yang tinggal di bumi. Hal tersebut tidak akan terpenuhi, hanya ketika populasi melebihi dari kapasitas daya tampung dari lahan yang terjadi dikarenakan adanya keserakahan, kejahatan dan kekerasan yang maujud. Dengan melampui kelangkaan, diharapkan setiap kejahatan dan bahkan institusi yang saat ini dikenal sebagai penjara, tidak akan dibutuhkan lagi.

Sumber energi terbarukan. Sebuah ekonomi berbasis sumber daya akan mungkin direalisasikan dengan menggunakan teknologi mutakhir untuk melampui definisi kita akan kelangkaan sumber daya dengan mengaplikasikan sumber-sumber energi terbarukan, komputerisasi dan manufaktur terotomatisasi serta inventori terkelola dengan baik, mendesain energi yang aman serta kota yang efisien serta sistem transportasi yang advance, menyediakan layanan kesehatan universal dan pendidikan yang relevan, dan lebih dari itu semua yang terpenting adalah menghasilkan sistem insentif baru yang berbasis pada kepedulian lingkungan dan keberlangsungan umat manusia.

Sebuah ekonomi berbasis sumber daya juga akan melibatkan segenap upaya untuk membangun sumber daya energi yang baru, bersih dan terbarukan: geothermal; fusi nuklir terkontrol; tenaga surya; photovoltaic; tenaga angin, tenaga gelombang dan pasang surut laut; dan bahkan bahan bakar yang berasal dari lautan atau biologis. Kita pada akhirmya akan mampu memiliki energi dalam kuantitas yang tak terbatas yang dapat menggelindingkan roda peradaban dalam beberapa ribu tahun. Sebuah ekonomi berbasis sumber daya juga berkomitmen untuk mendesain ulang kota-kota peradaban, sistem transportasi, dan hutan industrial , yang menjadikan kota-kota tersebut sebagai kota yang efisien, bersih dan betul-betul memberikan layanan dan memenuhi kebutuhan setiap insan yang ada.

Apalagi makna ekonomi berbasis sumber daya? Teknologi secara cerdas dan efisien diterapkan, mendaur ulang energi, mereduksi buangan, dan menyediakan waktu istirahat lebih banyak. Dengan inventori terotomatisasi dan dalam skala global, kita dapat menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi. Hanya makanan nutrisi dan kesehatan yang disediakan dan direncanakan sesuai kebutuhan sedang kelebihan serta yang tidak sehat tidaklah diperlukan dan tidak eksis dalam sebuah sistem ekonomi berbasis sumber daya.

Banyak orang mempercayai bahwa saat ini terlalu banyak teknologi yang dipakai, bahkan teknologi itu pula yang menjadi masalah utama polusi lingkungan. Bukan itu yang dimaksud. Hal itu terjadi justru karena adanya penyalahgunaan dan kekelirupakaian teknologi yang menjadi kepedulian kita pula. Di dalam sebuah peradaban yang semakin humanis, ketimbang mesin menggantikan peran manusia yang semakin dikurangi dari waktu ke waktu, kita melihat juga meningkatnya ketersediaan barang dan jasa, dan konsekuensinya memperpanjang hari libur manusia. Apabila kita menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan standar hidup setiap manusia, maka infusi teknologi mesin dalam kehidupan tidak lagi dianggap sebagai ancaman.

Manakala kita para pakar dan profesi dari ekonomi berbasis monetaris, seperti contohnya lawyer/pengacara, bankir, agen asuransi, marketing dan orang-orang periklanan, agen penjualan, dan broker saham semakin banyak terbentuk, maka ‘sampah’ seperti itu akan kita eliminasi secara bertahap. Secara bertahap pula energi yang baik kita simpan dengan mengurangi duplikasi produk-produk kompetitif seperti perkakas, peralatan makan, panci dan vacuum cleaner. Pilihan adalah baik. Tapi daripada memilih dari ratusan berbagai produk manufaktur yang sama hanya beda merk dan semua penggunaan kertas serta tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuat produk yang sama saja, hanya sedikit sekali yang mencapai kualitas terbaik yang memang dibutuhkan masyarakat. Kelemahan kita adalah kurangnya daya pikir kreatif dan intelejensia dalam diri kita sendiri dan juga ketidakmampuan pempimpin yang kita pilih untuk menyelesaikan masalah yang ada. Padahal yang paling berharga, dari semua sumberdaya yang ada saat ini, adalah kecerdikan manusia (human ingenuity).

Dengan menghapus hutang, ketakutan akan hilangnya pekerjaan tidak lagi menjadi ancaman. Jaminan ini, digabung dengan pendidikan yang relevan yang terkait antara satu orang dengan orang lain dengan jalan yang penuh makna dan warna, dapat secara bertahap mengurangi tekanan mental dan fisik dan menjadikan kita bebas untuk mengeksplorasi dan mengembangkan kapasitas diri kita.

Apabila pemikiran untuk menghapuskan uang tetap menjadi masalah bagi kita, perhatikan ini: Apabila sebuah kelompok orang dengan emas, permata dan uang, apapun bentuk uang itu, terdampar di suatu pulau terpencil yang tidak ada makanan, air bersih, dan minum, apakah kekayaan mereka masih relevan dan berharga bagi ketahanan hidup mereka? Hanya ketika sumberdaya bersifat terbatas dan langka maka uang dapat digunakan untuk mengontrol distribusi. Seseorang mungkin tidak mampu, sebagai misal, menjual udara yang dia hirup atau air yang sangat melimpah mengalir dari gunung. Namun demikian udara dan air adalah benda yang sangat berharga, karena kelimpahan, dia tidak diperjualbelikan.

Uang hanya diperlukan dalam sebuah masyarakat yang ketika sumberdaya tertentu tidak ditemui ditempatnya dan terpaksa harus mengambil dari tempat lain. Uang adalah media alat tukar rerata. Artinya alat tukar sesungguhnya adalah komoditas itu sendiri. Seandainya bisa dipertukarkan secara langsung tanpa medium atau uang itu jauh lebih baik. Karena prinsipnya sumber daya adalah milik bersama dan untuk semua. Uang adalah sebuah konvensi sosial, sebuah kesepakatan jika kita memang mau. Hal itu bukanlah sumber daya alam dan juga bukan untuk merepresentasikan sumber daya itu. Dalam konteks survival, bertahan hidup, tanpa adanya pengkondisian untuk menerima uang, uang tidaklah dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s