Tetap dan Datar

“10%.., wah sayang cuma 100 juta, lagian cuma 4 tahun … andaikata lebih lama kan bisa lebih murah…. “

Akhirnya saya memutuskan untuk hutang di sebuah bank negara ber-cord bisnis syariah dengan margin 15% per tahun selama 13 tahun… Wiiikk…!!! Kata ayah kayanya Robert T. Kiyosaki, hutang yang saya teken itu termasuk hutang buruk dan betapa bodohnya saya mau-maunya hutang dengan menambah selisih bunga (atau disebut margin pada bank syariah) 5% pertahun. Sebuah angka yang fantastis untuk kebutuhan konsumtif… Awalnya sih ingin hutang ke koperasi kantor saja, lumayan jauh lebih murah 5% dibanding bank, namun dengan dengan gaji tertulis saya yang tidak begitu tinggi maka saya tidak diijinkan meminjam uang diatas 100 juta dalam kurun waktu 4 tahun. Hiks… ya nasib…

2 lembar jadwal & angsuran hutang telah saya terima setelah acara akad hutang berakhir. Iseng-iseng melihat-lihat lembaran tersebut, harapan saya ingin tahu bagaimana sih perhitungan pokok hutang dan margin saya, tapi tampilan angka hingga 156 baris justru malah bikin saya pusing. Setelah saya amat-amati ternyata di bagian kanan atas lembar tertera jenis perhitungan yang dipilih bank, yaitu anuitas dan bukannya flat. Saya jadi bertanya-tanya, “lho, bukannya semua system syariah itu tarikan per bulannya sama, tidak floating kayak bank konvensional, jadi, mestinya menggunakan system flat. Lha terus anuitas itu apa ?”

Seorang teman pernah memberikan saya sebuah artikel tentang perbedaan perhitungan bunga flat dan efektif yang belum saya baca meskipun akad hutang bank telah saya teken. Dari artikel inilah saya mengerti bahwa ternyata ada beberapa cara perhitungan bunga dan masing-masing memiliki perbedaan signifikan. Karena sudah mengerti walau sedikit, saya bersyukur, untungnya ga utang di koperasi meskipun bunganya lebih rendah yang ternyata jauh lebih tinggi daripada margin bank yang saya pilih… Lho kok bisa?? Bagaimana bisa 15% dikatakan jauh lebih rendah daripada 10%???

Pengertian “tarikan per bulan sama” itu ternyata bisa berarti flat, bisa berarti efektif, dan bisa berarti anuitas. Pada umumnya, perbedaan system syariah dengan konvensional adalah pada system bunga fixed dan floating. Kelima istilah inilah yang perlu benar-benar diperhatikan sebelum kita berhutang. Ups… ditambah 2 istilah lagi, yaitu pokok dan margin. OK, pelajaran dimulai…

Kalau kita berhutang 24 juta dalam 2 tahun, maka dalam satu bulan kita harus membayar 1 juta selama 2 tahun. Ini yang disebut pokok, yach… bisa dibilang angsuran tanpa bunga lah… Kita pinjam berapa ya kita harus bayar berapa… mungkin itu gampangannya… Kalau kita hutang dengan tetangga rumah yang baik atau warung kopi depan kantor, ini mungkin bisa terjadi…

Pada kenyataannya, hampir semua “institusi perhutangan“ meminta upah bagi kenikmatan yang anda raih dari pemenuhan kebutuhan anda dengan cepat dan penangguhan waktu pembayaran yang anda terima. “Upah” dari jasa inilah yang disebut dengan bank konvensional sebagai bunga. Tapi oleh bank syariah diubah namanya menjadi margin. Lha kalau sama ngapain dibuat berbeda namanya? Perbedaan esensialnya terletak pada akad, untuk bank syariah menggunakan akad jual beli, sedangkan bank konvensional memakai akad terang-terangan bunga. Atau kalau satunya berani bilang “saya rentenir”, yang satunya bilang “renten itu kan ga boleh, yang boleh jual beli, nih gue beli barang yang loe mau tapi gue jual lagi ke loe dengan keuntungan sama dengan keuntungan rentenir”. Biasanya keuntungan yang diraih itu dihitung dalam bentuk rasio dalam satuan persen (per seratus).

Kalau kita berhutang 24 juta dalam 2 tahun dengan margin 10% per tahun maka total margin kita menjadi
Rp 24.000.000 x 10% x 2 = Rp 4.800.000. Jadi di akhir tahun kedua kita harus membayar hutang sebesar :
Pokok + Margin = Total hutang
Rp 24.000.000 + Rp 4.800.000 = Rp 28.800.000………………..(1)
Saya kira perhitungan tersebut sangat mudah dicerna untuk menjelaskan apa itu pokok, apa itu margin atau bunga. Anak SD aja sudah tahu cara menghitungnya.

Perbedaan system perhitungan bank syariah dengan bank konvensional adalah dari margin (bunga) yang dipatok. Kalau bank syariah mengikuti perhitungan yang mudah seperti tertera di atas (rasio margin atau bunganya tetap) hingga waktu yang sudah ditetapkan sampai hutang dilunasi semuanya. Oleh karena bunga tetap sepanjang masa pelunasan hutang, maka disebut bunga fixed. Sedangkan bank konvensional margin(bunga)nya mengikuti keadaan pasar nasional. Kalau pas naik, bunga ikut dinaikkan, kalau pas turun bunga ikut diturunkan (tapi jarang sekali bunga diturunkan..). Karena bunga naik turun (cenderung naik sih) kayak benda yang mengambang maka disebut floating.

Contohnya, ada bank yang promosi, bunga pada tahun pertama 9%, tahun kedua floating. Maka kalau kita berhutang 24 juta dalam 2 tahun akan jadi seperti ini :
Rp 24.000.000 x 9% x 1 = Rp 2.160.000 ………………..(2)

Eeee…. ternyata tahun kedua bunga naik jadi 13% (apes neh) :
Rp 24.000.000 x 13% x 1 = Rp 3.120.000 ………………..(3)

Jadi di akhir tahun kedua kita harus membayar hutang sebesar :
Pokok + Margin tahun ke-1 + Margin tahun ke-2 = Total hutang
Rp 24.000.000 + Rp 2.160.000 + Rp 3.120.000 = Rp 29.280.000 ………………..(4)

Ternyata tidak semua bank syariah menggunakan system bunga fixed, ada juga bank syariah yang menggunakan system floating. Lho, bagaimana bisa, kan katanya akad jual beli, berarti transaksi jelas di depan dong… dan seharusnya fixed dong… Lha makanya akadnya juga di ubah oleh bank tertentu menjadi sewa-beli.. dengan adanya kata-kata “sewa” inilah maka margin bisa di-floatingkan…

System bunga flat; flat berarti “datar”… istilah inilah yang rancu dengan fixed atau diterjemahkan dengan kata “tetap”. Istilah “tetap” dan “datar” memang terkesan mirip tapi berbeda sama sekali dalam perhitungan margin (bunga). Terus apanya yang datar dan apanya yang tetap???

Istilah fixed sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu mengacu pada menetapkan rasio margin atau bunga. Artinya, kalau bank bilang bunga fixed 10% dalam waktu 5 tahun maka selama 5 tahun bunga anda harus 10% terus, kalau lebih, misalnya 10.5% silahkan didemo… Pertanyaannya adalah 10% itu dari apa? Tentu saja dari pokok hutang… Saya kembangkan pertanyaannya, kalau dalam sebulan pokok hutang sudah saya cicil itu kan artinya pokok hutang saya sudah berkurang, mengapa saya harus membayar pokok hutang total?

Kalau kita berhutang 24 juta dalam 2 tahun dengan margin 10% per tahun maka margin per bulannya menjadi 0,83% pokok hutang perbulan kita akan berkurang menurut deret aritmatik sebesar 1 juta rupiah (24 juta dibagi 24 bulan)

Bulan I :
Pokok : Rp 1.000.000
Margin : 0,83% x Rp 24.000.000 = Rp 200.000 ………………..(5)

Dengan membayar Rp 1.000.000 tersebut maka bulan kedua pokok hutang berkurang menjadi sebesar Rp 24.000.000 – Rp 1.000.000 = Rp 23.000.000

Perhitungan bulan kedua menjadi :
Pokok : Rp 1.000.000
Margin :
= 0,83% x (Rp 24.000.000 – Rp 1.000.000)
= 0,83% x Rp 23.000.000 = Rp 191.667 ………………..(6)

Perhitungan bulan ketiga menjadi :
Pokok : Rp 1.000.000
Margin :
= 0,83% x (Rp 23.000.000 – Rp 1.000.000)
= 0,83% x Rp 22.000.000 = Rp 183.333 ………………..(7)

Begitu seterusnya sampai dengan 24 bulan. Nah perhitungan semacam inilah yang disebut dengan bunga efektif. Artinya margin dihitung dari pokok yang sudah berkurang setiap bulannya. Sedangkan perhitungan sebelumnya ((1) s/d (4)) disebut dengan perhitungan bunga flat. Artinya margin dihitung dari pokok awal yang selalu sama.

Sehingga jelas perbedaan disini, bahwa fixed merujuk pada tetapnya bunga (contohnya 10% dan 0,83%) sedangkan istilah flat merujuk pada datarnya pokok (contohnya Rp 24.000.000,-). Jadi fixed-bunga tetap lawannya floating-bunga berubah (contohnya 9% dan 13% pada perhitungan (2) dan (3)). Flat-pokok tetap lawannya efektif-pokok berubah (contohnya 23.000.000 dan 22.000.000 pada perhitungan (6) dan (7)). Jadi fixed bisa flat bisa efektif, begitu juga floating bisa flat bisa efektif.

Lalu bagaimana dengan anuitas?? Anuitas hanyalah modifikasi dari system bunga efektif dibuat bagaimana supaya cicilan per bulannya (total pokok dan margin) bisa tetap seperti system flat. Dari contoh perhitungan efektif diatas bila anda teruskan sampai 24 bulan akan ditemukan bahwa margin totalnya tidak sampai Rp 4.800.000 seperti perhitungan flat tapi hanya sebesar Rp 2.500.000. Maka total hutang yang harus dibayar adalah
Rp 24.000.000 + Rp 2.500.000 = Rp 26.500.000,-
Nah, dari nilai sebesar Rp 26.500.000 dibagi 24 bulan maka akan ketemu cicilan per bulan selalu Rp 1.104.167. Maka bank akan memodifikasi pengurangan pokok tidak selalu sama sebesar Rp 1.000.000 tiap bulan untuk membuat bunga fixed 0.83% per bulan.

OK, kita kembali kepada keinginan awal saya untuk berhutang di koperasi dengan system flat. Dalam simulasi berikut anda akan tahu kenapa saya lebih bersyukur mendapatkan bunga fixed 15% (anuitas) pada bank negara daripada 10% (flat) pada koperasi kantor.

Anggaplah saya akan meminjam 25 juta selama 2 tahun maka setiap bulan gaji saya akan dipotong sebesar Rp 1.250.000 untuk mencicil hutang pada koperasi sesuai list berikut ini :

List Koperasi :
(Bunga 10% per tahun)


List Koperasi

Andaikata saya meminjam pada bank dengan jumlah yang sama dengan waktu sama namun dengan metode yang berbeda maka dengan metode efektif akan menjadi :


Metode Efektif

Atau dengan metode anuitas akan menjadi :


Metode Anuitas

Pembayaran per bulan akan selisih Rp 1.250.000 – Rp 1.150.174 = Rp 99.826

Bisa anda bayangkan betapa besarnya cicilan per bulan saya bila hutang pokok saya senilai diatas 100 juta dalam jangka waktu lebih dari 4 tahun???

Dan bila anda utak atik lagi dengan potongan Rp 1.250.000 per bulan dengan metode flat 10% setara dengan bunga berapa pada metode anuitas??? Jawabannya adalah 19,2% !!! Wow!!! Sebuah angka yang superfantastis untuk sebuah hutang konsumtif!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s