Riset Penentuan Standar Berat dan Kadar Dinar dan Dirham

LATAR BELAKANG

  • Dalam Kitab Al-Muqaddimah, Ibn Khaldun menyebutkan bahwa BERAT 1 DINAR = 1 MITSQAL — Berat 1 MITSQAL = BERAT 72 BULIR GANDUM UKURAN SEDANG YANG DIPOTONG KEDUA UJUNGNYA
  • Dalam beberapa studi literatur mengenai satuan-satuan berat logam mulia yang digunakan pada masa awal kekhalifahan, didapatkan terminologi TROY OUNCE dan GRAIN
  • TROY OUNCE adalah satuan berat yang dikembangkan pertama kali di kota Trojes, Perancis. Troy Ounce masyhur digunakan pada logam mulia bahkan hingga sekarang.
  • GRAIN adalah satuan berat yang menggunakan bulir gandum utuh sebagai elemen penghitungannya, dimana

1 TROY OUNCE = 480 GRAIN

1 GRAIN            = 64,79891 milligrams

1 TROY OUNCE = 480 * 64.79891 milligrams

1 TROY OUNCE = 31,1034768 GRAM

Lihat Grain (unit) dan Berat Troy sesuai Standard Internasional

  • Antara MITSQAL dan TROY OUNCE sama sama menggunakan BULIR GANDUM dalam perumusan timbangannya.

 

    RUMUSAN PERMASALAHAN

    1. Berapakah berat (dalam gram) 72 bulir gandum UKURAN SEDANG YANG DIPOTONG KEDUA UJUNGNYA?
    2. Berapakah SEHARUSNYA BERAT 1 DINAR dan 1 DIRHAM dalam GRAM ?
    3. Berapakah SEHARUSNYA KADAR EMAS dalam DINAR dan KADAR PERAK dalam DIRHAM untuk menghitung nisab zakat (20 dinar dan 200 dirham) ?
    4. Apakah ada hubungan antara MITSQAL dengan TROY OUNCE, mengingat menggunakan acuan yang sama (bulir gandum) ?
    5. Bagaimana hubungan antara TROY OUNCE, MITSQAL, dan GRAM sebagai ukuran yang digunakan di Nusantara dan Dunia hari ini ?

     

    UJI COBA PENGUKURAN

    Sabtu, 12 Shafar 1432H bertepatan Sabtu Malam 16 Januari 2011, Tim dari ISLAMIC MINT NUSANTARA, DINARFIRST, dan Syaikh Shohibul Fahroji Azhmatkhan (Faqih Empat Mazhab dan Pimpinan Majelis Dakwah Walisongo) bertempat di Kediaman Bapak Ahmad I. Adjie di Bandung, telah melakukan serangkaian penelitian untuk mencari nilai satuan berat MITSQAL dalam GRAM dengan

    Metode PENIMBANGAN 72 BULIR GANDUM UKURAN SEDANG YANG DIPOTONG UJUNG.

    Bahan penelitian yang digunakan adalah BULIR GANDUM BARLEY ORGANIK sesuai yang digunakan dalam hadits berat mitsqal (lihat foto) dan dipotong kedua ujungnya. Dilakukan 4x penimbangan dan 4x pemotongan.

    72 Butir gandum ukuran sedang utuh organik yang digunakan sebagai bahan penelitian dan kajian berat terhadap Dinar dan Dirham. Pada penimbangan kedua ujung dipotong, sesuai kaidah.

     

    HASIL PENELITIAN dan ANALISIS

    • Didapatkan kenyataan bahwa sebaran hasil penimbangan menghasilkan data bahwa 1 MITSQAL berada pada 4,377 GRAM hingga 4,566 GRAM, dengan rerata BERAT pada 4,467GRAM
    • Nilai terendah ini (4,377 gram) didapatkan dengan memotong kedua ujung hingga sedikit merusak gandum tersebut, yang artinya PEMOTONGAN UJUNG DILAKUKAN TERLALU BERLEBIHAN
    • Hasil 4,25 gram (mengacu pada koin dinar yang beredar saat ini) TIDAK MUNGKIN DIDAPATKAN tanpa merusak buliran gandum yang digunakan. Hal itu TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN karena sama sekali tidak sesuai kaidah satuan mitsqal.
    • Dari hasil penimbangan, didapatkan bahwa BERAT 72 BULIR GANDUM POTONG UJUNG nilainya mendekati 1/7 TROY OUNCE. Hal ini menuntun kepada dugaan bahwa 1 TROY OUNCE = 7 MITSQAL

    7 MITSQAL  = 1 TROY OUNCE

    1 MITSQAL  = 31,1034768 GRAM / 7

    1 MITSQAL  = 4,443353828571429 GRAM

    Tentunya hal ini cukup MENDEKATI hasil penimbangan sebagaimana dijelaskan pada butir 1 HASIL PENELITIAN di atas.

    • DUGAAN PENGARUH TROY OUNCE semakin menguat ketika Rumusan yang ditetapkan ‘Umar ibn al Khaththab kembali dicermati.
    • Tampak dalam rumusan yang dikenal dengan Wazan Sab’ah itu digunakan entitas 7 DINAR yang artinya 7 MITSQAL, dan harus disetarakan dengan 10 DIRHAM. ARTINYA, berat 7 DINAR harus seberat 1 TROY OUNCE dan 10 DIRHAM juga harus setara 1 TROY OUNCE.
    • Apabila kita perhatikan hubungan antara MITSQAL dan TROY OUNCE tersebut di atas, akan tampak bahwa KOIN DINAR DIRHAM ISLAM akan “LEBIH MUDAH BERKOMUNIKASI dengan SATUAN BERAT LOGAM MULIA DARI PERADABAN DI LUAR ISLAM”, bahkan hingga sekarang.
    • Dalam pembahasan antara MITSQAL, GRAIN, dan TROY OUNCE didapat hubungan sebagai berikut

    7 MITSQAL = 1 TROY OUNCE

    1 TROY OUNCE  = 480 GRAIN (BULIR GANDUM UTUH)

    7 * 72 BULIR GANDUM POTONG UJUNG  = 480 BULIR GANDUM UTUH

    504 BULIR GANDUM POTONG UJUNG = 480 BULIR GANDUM UTUH

    • Tampak bahwa ada selisih 24 BULIR GANDUM di sana. Di mana 504 bulir gandum utuh yang dipotong ujungnya akan kehilangan hampir 1/20 beratnya (atau setara 24 bulir), sehingga setelah dipotong ujungnya, maka beratnya akan setara 480 bulir gandum yang masih utuh. Tentu ini merupakan suatu realitas yang wajar dan bisa diterima, apalagi setelah didukung hasil penimbangan secara real seperti pada Butir 1 ANALISIS ini.
    • Apabila 7 MITSQAL = 1 TROY OUNCE, maka didapatkan berat DIRHAM adalah sebagai berikut

    1 TROY OUNCE = 10 DIRHAM

    1 DIRHAM         = 3,11034768 GRAM

    • Berkenaan tentang kadar emas pada Dinar dan kadar perak pada Dirham, dalam disampaikan bahwa perkataan dzahab dan fidhdhah pada hadits mengenai penetapan nishab zakat emas dan perak merujuk kepada zat emas murni dan perak murni. Hal ini semakin dikuatkan oleh pernyataan Imam Malik dalam Muwatha’, bahwa uang harus hadir dalam keadaan termurni terbaik bagi ummat
    • Hasil perhitungan di atas akan mempengaruhi NISHAB ZAKAT EMAS (DZAHAB) DAN PERAK (FIDHDHAH) apabila dinyatakan dalam satuan GRAM. Nishab Zakat ijma’ 4 madzhab adalah (‘Allammah Abdurrahman bin Muhammad Ad-Dimasyqi, Fiqih Empat Madzhab, Bab Zakat Emas dan Perak) demikian pula Imam Hanafi (Kitab Fiqih Hanafi, Bab Zakat Emas, halaman 119) dan Imam Syafi’i (Imam Asy-Syafi’I, Kitab Al-Umm, Volume 2, halaman 40):

    NISHAB EMAS  = 20 DINAR      = 88,86707657142857 GRAM EMAS MURNI

    NISHAB PERAK = 200 DIRHAM = 622,069536 GRAM PERAK MURNI

    • Hasil pada poin di atas adalah hasil yang sama yang digunakan oleh Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al ‘Aziz pada standard koin Dinar Dirhamnya yang mengoreksi berat Dinar Dirham pada masa Abdul Malik ibn Marwan, sehingga sesuai dengan salaf yaitu masa Khalifah ‘Umar ibn Khattab RA dan sebelum dan sesudah beliau.

     

    KESIMPULAN

    1. Berat 72 butir gandum adalah 1 mitsqal yaitu tepat sama dengan berat 1 dinar yaitu 4,443353828571429 GRAM
    2. Berat 1 DINAR adalah EMAS MURNI 4,443353828571429 GRAM dan berat 1 DIRHAM adalah PERAK MURNI 3,11034768 GRAM
    3. Kadar EMAS dan PERAK dalam DINAR dan DIRHAM adalah EMAS MURNI dan PERAK MURNI. Oleh karenanya NISHAB EMAS = 20 DINAR = 88,86707657142857 GRAM EMAS MURNI dan NISHAB PERAK = 200 DIRHAM = 622,069536 GRAM PERAK MURNI
    4. Hubungan antara MITSQAL dengan TROY OUNCE itu ada dan jelas sebagaimana uraian analisis di atas dan prinsip/rumusan wazan sab’ah
    5. Hubungan antara TROY OUNCE, MITSQAL, dan GRAM didasarkan pada International Standard Unit dan sesuai dengan hasil percobaan penimbangan dengan satuan gram

    Tulisan diadaptasi dari Keluarga Dinar

    7 pemikiran pada “Riset Penentuan Standar Berat dan Kadar Dinar dan Dirham

    1. Umar Vadillo said “The opinion of the majority of the ulema is that the Dinar is not a currency and they accept paper currency as means to pay zakat. The opinion of this pro-capitalist ulema is no longer qualified. May be one day they are capable of saying that people should not pay zakat with paper money. But not today and not them. The nisab of the zakat is twenty dinars. Full stop. The nisab has nothing to do with amount of gold since gold and dinar are two different things both in function and in value. For example jewellery which is worn is also gold but does not pay zakat. Nuggets of gold which are not in circulation are also made of gold but they are not weighted, they are valued in Dinar. But I am afraid they do not know that either.”

      • Umar added: “During more than 6 centuries the Dinars used in North Africa was made of West African Gold with an average gold content of 20.5 carats. The nisab was never altered.”

    2. ProfTariq Kahn said “This is more correct in lieu of the weights and measures established in the early period. The mithqal is the unit of weight not quantity. Thus a 22 carat, 4.25 gram gold coin need approx 22 dinars, not 20, in order to reach correct nisab. Most Abbasid, as well as early Ummayad coins before the AbdulMalik coin, was at 4.5, some even 4.6.grams of pure gold. Thus 20 dinar would easily achieve nisab. A modern coin at 22 carat based on AbdulMaliks coin simply dont suffice, and indicate the lack of proper research, lack of consultation, and oversights of history, when the entire matter is simply handed over to “divine intervention”, and a few months reading of Muwatta. I have been trying to get this accross to some people for a long time, but hey, when expertise cannot possibly reside in “other” people, but only in “some”, thats what one gets.”

      • Umar Vadillo’s respondt: “Industrial and practical considerations regarding the use of pure gold 24 carats in the manufacturing of gold coins.Different materials have different strengths. Precious metals and their alloys have been tested for their strength and this data is known in the industry. A 10% addition of silver to gold strengthens the alloy by 100% approximately (doubles in strength) in relation to pure gold. A 10% addition of copper strengthens the alloy by 2000% app. (20 times).
        The average lifespan of a 22k gold coin “in circulation” using an alloy of 50/50 copper and silver is 15 years before it loses 1% of its weight due to handling. If the alloy contains only silver the expand is around 6 years. If the coin contains only gold (24 carat) only 3 years. The conclusion is that 24k gold is ideal for storage but it is not suitable for heavy duty (regularly) handling.

        24k gold is so soft than gold chain necklaces are rarely manufactured in this material because …it wears off. Rubbing a 24k necklace on the skin of the neck for a few years will eventually break the necklace.

        It is important to notice that ALL coins in circulation during the
        Gold Standard period were made of 22k and not 24k. The technology for 24k gold was already available then and in addition it is a well known fact to all gold manufacturers know that it is much easier to manufacture a 24k item than a 22k. 22k items require additional costs due to the precise making of the alloy plus additional difficulties in processing this alloy (irregular distribution of the additional material) which involves further testing and quality control which also add to costs. Why would they choose 22k?

        Some people falsely think that there is an illicit gain for the manufacturers. As expressed earlier, there is only additional costs. There would be an illicit gain if the manufacturers would nominally state ‘this is a 24k coin’ and yet they would manufacture a 22k coin. But this is not the case. Those countries who traded with each other using gold standard followed strict rules (standards). The price that the gold coin would fetch in the market would be that influenced by its functionality and usage and ultimately determined by offer and demand.

        The reason to choose a 22k (more costly) coin was to make a better “circulating” coin.”

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s