Melebur Keegoisan

Seorang Arif selama 30 tahun selalu membaca dzikir “Astagfirullah”.

Seorang murid yang memperhatikannya bertanya kepadanya, “Mengapa anda begitu banyak beristighfar, padahal kami tidak pernah melihat anda bermaksiat.?”

Beliau menjawab, “30 tahun istighfarku ini untuk ucapan “Alhamdulillah” yang tidak pada tempatnya!”
“Anakku, suatu hari diberitakan bahwa Pasar telah terbakar. Kemudian saya bertanya: “Bagaimana dengan kiosku?”
Orang-orang menjawab, “Milikmu tidak terbakar.” Saya pun berkata, “Alhamdulillah.”

“Anakku, waktu itu yang penting milikku tidak terbakar, adapun milik masyarakat maka tidak menjadi perhatianku, dan tidak penting.”
“Anakku, ucapan “Alhamdulillah” tersebut diucapkan karena keegoisanku, bukan karena mencari keridhoan Allah.”
Hikmah: Berapa banyak kita telah mengucapkan “Alhamdulillah” dan kita berfikir telah bersyukur. Dan kita mengucapkannya karena kita hanya memikirkan diri sendiri.

Iklan