Dua Creation V. 1.0

مَعَاذَ ٱللَّهِ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  

Ini adalah sebagian dari metode “membaca” beberapa ayat Al Quran. Dan ini sekedar sebagai contoh dalam memperkaya batin kita dengan doa yang bukan saja ma’tsur tapi menambah referensi metodologis menyusun “kitab doa”.

Saya tidak memiliki pengetahuan mengenai faidah, khasiat ataupun keutamaan (fadhilah) dalam doa2 yang disusun menggunakan metodologi ini. Karena memang tidak ada riwayat, baik hadits maupun riwayat salaf lainnya. Hanya saja mari diniatkan baik untuk membaca Al Quran dengan pembacaan yang lebih internal ke diri. Agar bacaan itu menjadi “bacaanku”.

Contoh dari Surat Yusuf [012:055] –> sebagai inti doa

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Ayat di dalam Al Quran adalah bagian dari Surat. Dan suatu Surat bisa memuat beberapa tema. Bahkan suatu ayat bisa memuat beberapa tema sekaligus, karena sifatnya yang holistik.

Namun demikian kita bisa memandang suatu surat –meskipun panjang– sebagai satu bangunan “tema”. Dan kemudian akan tampak bahwa satu ayat dalam surat tersebut bisa menjadi puncak dari “tema” yang dimuat surat tersebut. Contoh: Surat Yusuf maka temanya adalah “Kisah Nabi Yusuf AS”.

Ini berarti satu surat, dengan mengambil ayat tertentu dalam surat tersebut, maka ayat-ayat lain bisa menjadi penjabaran ayat yang pertama tadi.

Akan tetapi ketika kita ambil ayat lain, maka bisa jadi menjadi puncak (lain) di mana surat (artinya ayat-ayat yang lain) menjadi penjabarannya (pula).

MEMBUAT DOA

Ketika kita coba ayat di atas kita ambil; proses “dua creation” dengan

1) Kata قَالَ di ganti dengan اَللَّهُمَّ

2) Kemudian kata إِنِّي diganti dengan إِنِّ اَللَّهُ atau إِنِّك

Maka akan terbentuk sebuah doa dengan bunyi:

DOA

(1)

اَللَّهُمَّ ) اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّ اَللَّهُ حَفِيظٌ عَلِيمٌ )

atau

(2)

اَللَّهُمَّ ) اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّك حَفِيظٌ عَلِيمٌ )

Doa di atas dalam metode ini akan dijadikan ayat inti (doa utama). Metode yang sama bisa dilakukan pada ayat lain dengan penyesuaian sebagaimana pola di atas.

Doa (1) dan/atau (2) akan dilengkapi atau dijabarkan dengan membaca ayat-ayat lain pada surat yang sama; Dengan pola sebagai berikut:

POLA A

Di dahului dengan (a1) إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبً۬ا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُہُمۡ لِى سَـٰجِدِينَ

Di akhiri dengan (a2) رَبِّ قَدۡ ءَاتَيۡتَنِى مِنَ ٱلۡمُلۡكِ وَعَلَّمۡتَنِى مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ‌ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأَخِرَةِ‌ۖ تَوَفَّنِى مُسۡلِمً۬ا وَأَلۡحِقۡنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ

Pola A-1: … حَاشَ لِلّهِ مَا هَـذَا بَشَراً إِنْ هَـذَا إِلاَّ مَلَكٌ كَرِيمٌ

[karunia pertama ini adalah prerequisite untuk yang berikutnya lihat A-2]

* Pola A-2: … هَـذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّاً

— selanjutnya lihat (a2)

Yaitu kemampuan لاَ يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلاَّ نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَن يَأْتِيكُمَا ذَلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي

[ini untuk mempertegas inti dari doa]

* Pola A-3: … اذْهَبُواْ بِقَمِيصِي هَـذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيراً وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

— sebagai lanjutan dari  إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

[dalam psikologi energi, banyak problem-problem fisik didorong/dipengaruhi oleh problem-problem emosional]

POLA B dan J

Dilanjutkan dengan (b1) فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَـٰفِظً۬ا‌ۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٲحِمِينَ

Kemudian (b2) وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِىٓ‌ۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ‌ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬

Dilanjutkan (j1) فَصَبۡرٌ۬ جَمِيلٌ‌ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَنِى بِهِمۡ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَڪِيمُ

Kemudian (j2) إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ۬ لِّمَا يَشَآءُ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ

Kemudian (j3) إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ‌ۖ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ‌ۖ وَعَلَيۡهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُتَوَڪِّلُونَ

[pola ini disebut B dan J karena sebetulnya memiliki kaitan dengan struktur 99 asmaul husna]

POLA D

Membaca رَبِّ ٱلسِّجۡنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدۡعُونَنِىٓ إِلَيۡهِ‌ۖ وَإِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّى كَيۡدَهُنَّ أَصۡبُ إِلَيۡہِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلۡجَـٰهِلِينَ

Kemudian يَـٰبَنِىَّ لَا تَدۡخُلُواْ مِنۢ بَابٍ۬ وَٲحِدٍ۬ وَٱدۡخُلُواْ مِنۡ أَبۡوَٲبٍ۬ مُّتَفَرِّقَةٍ۬‌ۖ

Dan dilanjut إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

Sehingga الآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ

[pola ini disebut pola proses, tetapi polanya dapat ‘dikelola’ (lihat pula Pola B) apabila aturan main [syariat] diikuti… salah milih pintu maka masuk penjara]

Pola-pola yang disebutkan di atas, bisa saja memunculkan rumusan matematis tertentu yang bisa diturunkan kepada Ilmu Huruf Abajadun. Dengan melakukan index terhadap asmaul husna, kita juga akan menemukan rumusan lain untuk doa.

Pola di atas juga bisa dibuat ke dalam citra infografis mindmap, sehingga lebih mudah dibaca dan dipelajari.

PENUTUP

Doa ditutup dengan قُلۡ هَـٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ‌ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۟ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى‌ۖ وَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۟ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالاً۬ نُّوحِىٓ إِلَيۡہِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓ‌ۗ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۗ وَلَدَارُ ٱلۡأَخِرَةِ خَيۡرٌ۬ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ‌ۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Sebelum hamdalah baca

فَضْلِ اللّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَشْكُرُونَ

Demikianlah doa ini disusun dari rangkaian surat Yusuf, sebagian besar masih terlewat, sebagian telah terurai. Padahal sejatinya semuanya terurai yaitu pada Surat Yusuf itu sendiri… jika dibaca keindahannya sangatlah luar biasa. Saya mencoba membolak balik bacaan. Dengan mengambil urutan sendiri ayat-ayatnya semuanya… masya Allah, tetap dalam urutan nan indah. Kesabaran yang indah…

TAMBAHAN: PENGAJARAN YUSUF AS DI PENJARA (LIHAT BAGIAN PENUTUP DI ATAS)

1) إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لاَّ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَهُم بِالآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

2) وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَآئِـي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَن نُّشْرِكَ بِاللّهِ مِن شَيْءٍ

3) يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

4) مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِ إِلاَّ أَسْمَاء سَمَّيْتُمُوهَا أَنتُمْ وَآبَآؤُكُم مَّا أَنزَلَ اللّهُ بِهَا مِن سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ لِلّهِ أَمَرَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

5) يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْراً وَأَمَّا الآخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ الطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِ قُضِيَ الأَمْرُ الَّذِي فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

6) وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِّنْهُمَا

Pengajaran ini adalah “tirakat” atau proses yang disebut pada POLA D. Sekaligus dakwah/pengajaran. Dan hasil tirakat telah diteskan [lihat point 5) dan 6)]

Note: Setiap doa harus mengikuti rangkaian “manunggaling kawulo gusti” yaitu hakekat semesta yang bertahmid… bersyahadatain… bersholawat… kepada Nabi dan keluarganya

Note: Dua creation Versi 0.1 (Metode dalam satu surat, parsial 3 pola)

Package Yusuf 1.0

Dimasukkan sebagai usulan mata kuliah pada Kelas Doa & Dzikir, sub “Dua Creation”

Kelas Doa dan Dzikir adalah bagian dari Self-Cultivation Section pada

Sekolah MANTAP (Muamalat Nuswantara Project)

يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ

أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ