Strategi Menangani Gulma

Apabila kita hitung waktu kita berkebun, kemudian kita pilah-pilah kegiatan kita, akan kita ketahui bahwa menangani gulma (mendangir) merupakan kegiatan paling menyita waktu dibanding kegiatan perawatan kebun yang lainnya. Dan manakala kita merasa aktivitas kita yang melelahkan itu membuahkan hasil setelah beberapa minggu, seolah pe-er akan selesai. Ternyata keadaan malah menjadi-jadi. Mengapa? Kita perlu melakukannya dengan cara yang cespleng agar kegiatan mendangir kita efektif.

Bagaimana itu? Apakah benar gulma perlu dibasmi? Pada dasarnya rumput dan gulma adalah proses penyembuhan alami, karena suatu luka, kondisi tanpa tanaman. Akan tetapi kadang manusia dan alam memiliki ‘cara berpikir’ yang berbeda. Dan keduanya  (manusia dan alam) punya gagasan berbeda mengenai penyembuhan lahan. Dengan memahami ‘maunya’ alam, kita dapat bersama-sama alam mengelola bagaimana sebaiknya dengan gulma-gulma yang tumbuh di kebun, dan kita (manusia) lebih ringan kerjanya dan menghemat waktu serta menikmati kebun yang ada.


1. BIARKAN GULMA TIDUR DENGAN TENANG

Matikan gulma pada akarnya tapi biarkan tanah— dan biarkan benih gulma tidur  atau dormant— tanpa gangguan.

Setiap petak kebun pasti ada benih gulma, hanya yang ada di bagian atas, satu atau dua  inci, terpapar cahaya matahari, sehingga semi  dan tumbuh berkecambah. Menyangkul dan menggali akan membawa benih gulma tersembunyi muncul ke permukaan, dan siap meledak, seperti rumah semut yang dibuka, maka semut berhamburan kemana-mana. Cangkul hanya dibutuhkan dan segera tutup rapat tanah dengan tanaman atau mulsa.

Di rerumputan, kita meminimalkan gangguan pada tanah dengan pisau yang tajam dan parang yang tipis memangkas akar dandelion dan rumput gulma, untuk menghalanginya dari sumber makanan daripada mencabut mereka. Tetaplah diingat bahwa benih gulma tetap ada di sana, tidur untuk waktu yang lama. Biarkan ia tidur di masa yang lebih lama mendekati selamanya.


2. MULSA, MULSA, MULSA

Jangan beri kesempatan benih gulma mendapat cahaya matahari. Tutuplah tanah dengan mulsa tebal, jangan biarkan telanjang. Bisa menggunakan potongan ranting, jerami, biji pinus, sekam, daun-daunan kering, dll. Pastikan cukup tebal, misalnya sampai 5 sentimeter, sehingga gulma tidak sempat tumbuh.

Mulsa juga memberi tanah dan tanaman kelembaban dan kesejukan, dan mencegah benih gulma mendapatkan cahaya matahari. Mulsa organik, biasanya, jadi rumah kumbang, yang meramban dan melahap ribuan benih gulma yang tidur.

Sedikit saja cahaya matahari masuk ke tanah, dari lubang di sela-sela mulsa, maka akan kita dapati mulsa kita ditumbuhi gulma, kita terlambat. Jadi sangat penting untuk mengisi kembali mulsa setidaknya bertahan pada ketebalan 5 sentimeter (ketebalan 8 sentimeter malah akan mencegah masuknya oksigen ke dalam tanah). Terkadang perlu juga kita menghalangi gulma dengan menumpuknya dengan kertas karton atau kertas koran atau kain yang dapat terurai, kemudian baru ditutup dengan mulsa lain yang nyaman dilihat mata di atasnya.

Apabila kita menggunakan metode ini pada bedengan yang jarang dicangkul, misalnya area yang ditumbuhi akar pohon, kita bisa menggunakan lapisan kain yang kuat atau tebal, seperti karpet bekas, untuk menahan tanah, yaitu pada area bawah pepohonan, dari paparan sinar matahari. Mulsa kain itu juga akan menangkap bahan organik yang terakumulasi, juga benih-benih gulma yang dijatuhkan burung atau diterbangkan angin, yang mana mungkin akan tumbuh. Oleh karena itu, amatilah lapisan kain tersebut, akan efektif bila cepat kita atasi bila mulai tumbuh gulma, sebelum akar gulma  menyentuh tanah menembus kain.


3. SENIN: MENDANGIR. SELASA: MENDANGIR…

Di musim penghujan, di beberapa tempat, sering menjadi tempat yang dipenuhi rumput dan gulma. Pada awal-awal musim menjadi kerja keras. Gulma dipangkas, tumbuh lagi dan lagi terus menerus. Buatlah jadwal ketat mendangir, dan komitmen serta tetap sabar dalam memenuhi jadwal. Namun jangan berlebihan, lebih dari kemampuan, atau yang mampu kita kelola. Apabila memang gulma merajalela, lebih  dari yang bisa kita tangani, biarkan area yang penuh gulma dipangkas habis terus dan terus, sampai kita punya strategi yang akurat mengendalikan mereka.


4. MENDANGIR PADA SAAT TEPAT

Gulma muda lebih mudah dikendalikan, daripada gulma tua, apalagi bila sudah menumbuhkan benih baru. Jadi amatilah kapan waktu yang tepat mengendalikan pertumbuhan gulma. Sewaktu muda sebelum beranak pinak.

Pepatah mengatakan, “Cabut selagi basah; cangkul selagi kering” adalah nasehat yang tepat dalam menentukan waktu kapan sebaiknya mendangir. Setelah lahan dibasahi hujan, mulailah waktu mendangir. Ambil sarung tangan, keranjang untuk mengumpulkan ranting-ranting dan daun, bangku duduk, dan alat yang diperlukan seperti sabit kecil. Gunakan garpu kebun tangan untuk mencabut sulur yang merambat, wedusan atau teki. Ketika menemui gulma yang akarnya kuat,  gunakan cangkul tangan untuk mencongkel akarnya, seperti dandelion atau tumbuhan dok.

Di musim kemarau yang kering, gulma dipotong tepat di bagian garis tanah. Gulma akan segera mengerut dan mati, terutama bila cangkul tangannya punya ujung lancip. Pada bedengan yang dimulsa, gunakan pisau untuk memotong gulma dari akarnya, kemudian letakkan pada ruang yang masih ada pada lapisan mulsa.


5. MASUKKAN DALAM KOMPOS PANAS

Mendangir di siang yang terik membuat gulma cepat layu. Lalu bagaimana? Apakah dibiarkan saja? Tempat terbaik selanjutnya adalah kotak kompos. Bukan sembarang kotak kompos, gulma harus diurai dengan kompos panas, agar benihnya terdekomposisi. Seringkali  menyabut gulma akan membawa serta benih. Dan mencoba memisahkannya agar tidak tumbuh tampaknya kurang praktis. Jadi dengan kompos panas, akan  membakar benih-benih gulma dan terurai secara total.

Kompos panas adalah proses dekomposisi yang paripurna menyampur berbagai bahan organik ke dalam campuran yang kaya, penuh kehidupan baru. Beberapa bakteri patogen mati pada suhu di atas 70°C. Akan tetapi kita juga bisa mendekomposisi dengan kompos dingin. Caranya biarkan benih-benih gulma membusuk kemudian dijemur dua atau tiga hari di terik matahari.

Panas dan suhu yang  tinggi akan membunuh kehidupan mikroskopik yang membantu daya hidup. pada gulma Jadi cara terbaik menangani gulma adalah pengomposan panas, seperti metode Berkley, hingga dua atau tiga minggu pemasakan sebelum dipakai di kebun. Tempatkan kompos  pada kotak penyimpanan dan biarkan cacing bekerja lebih lanjut pada tumpukan kompos tersebut, untuk menumbuhkan kehidupan baru. Lama-lama komposisi akan asam-lembab yang cocok bagi tanaman.


6. LUMPUHKAN KEPALANYA

Memotong “kepala” gulma itu mudah dan kita bisa mendapatkan hasil jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketika kita tidak dapat menghalangi tumbuhnya gulma, cara terbaik mengatasinya adalah memotong kepalanya. Dengan memotong  gulma berumur pendek (annual), memotong kepalanya beberapa minggu sebelum gulma menumbuhkan benih (“seed rain”). Memotong ujung atas gulma perennial, seperti bindweed, mengurangi pembentukan  benih dan memaksa mereka, gulma, menumbuhkan simpanan makanan pada ujung-ujungnya dan melambatkan pertumbuhan akar, sehingga tidak cepat menyebar.

Kita perlu memangkas kepala yang bakal ditumbuhi bunga atau benih, di mana nanti gulma akan menyebarluaskan diri. Apapun caranya, apakah dipotong atau cara lain, pemotongan di saat yang tepat. Karena apabila terlambat, malah sebaliknya kita membantu gulma menyebarkan diri, dengan terbang, menempel pada baju atau celana atau kasut, atau terlontar akibat guncangan ketika kita memotong.


7. PERHATIKAN CELAH-CELAH ANTARA TANAMAN

Tanamlah dengan rapat, sehingga tidak ada ruang tersisa pada lahan bedengan yang mengundang tanaman tidak dikehendaki, gulma atau rumput.

Menanam tanaman dengan rapat akan menahan dan mencegah tumbuhnya gulma, dengan membayangi atau menaungi tanah. Kita dapat mencegah tumbuhnya gulma dengan mengatur jarak tanam yang rapat dan mengisi celah dengan tanaman sela atau dengan mulsa yang tebal.

Kita dapat mengurangi jarak tanam hingga 25% dari jarak yang dianjurkan, berdasarkan anggapan bahwa tanaman akan saling bersentuhan manakala tumbuh dewasa. Jadi jarak tanam tetaplah penting untuk mencegah dari  berbagai jenis penyakit tanaman, seperti floks (Phlox paniculataand cvs., Zones 4–8).


8. SIRAM TANAMAN BUKAN GULMANYA

Irigasi tetes, di mana air langsung  diaplikasikan ke akar tanaman dan tanah, akan lebih tepat sasaran daripada menyiram dengan cara biasa.

Buatlah area yang ditumbuhi gulma kekeringan. Letakkan selang tetes secara efisien  di bawah mulsa kepada tanaman, sehingga rumput dan gulma tidak kebagian air. Dalam banyak kasus, membiarkan gulma kekeringan akan mengurangi daya hidup dan persemaian gulma hingga 50 sampai 70 persen. Perhatikan dan waspadalah, beberapa rumput lalang dan rumput teki memiliki jaringan akar yang dalam, terkadang hingga ketebalan 20 sentimeter dari permukaan tanah dan tahan kekeringan. Apalagi bila pada bagian akar yang tidak kelihatan mendapatkan air. Mereka bisa mentransfer air ke bagian yang kekeringan.

Di antara teknik-teknik strategis yang telah dibahas di  atas, hal mendasar tidak boleh dilalaikan yaitu menyehatkan tanah dan memperkaya tanah dengan bahan organik. Para ilmuwan tanah merekomendasikan bahwa semakin banyak bahan organik dan kompos pada tanah memperkecil kemungkinan gulma dan rumput untuk tumbuh. Dapat disimpulkan bahwa, tanah subur dan sehat, maka gulma merasa tugasnya telah selesai dan mereka tidak diperlukan, sehingga mereka tidak muncul.


Diadaptasikan dari tulisan Barbara Pleasant di: http://www.finegardening.com/six-tips-effective-weed-control

Iklan